Hell Yeah Pointer 1 2011 ~ LAUTAN ASA

Palestine Will Be Free

Go Freedom for Palestine Pengurus KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) Cabang Ciamis

KARTUN HARAPAN

Karang Taruna Harapan Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku - Kabupaten Ciamis Jawa Barat

Kelurga Besar MA Al-Hikmah Islamic Boarding School

Generasi kedua Siswa MA Al- Hikmah Buniseuri- Cipaku - Ciamis

PIKR Rancage Kecamatan Cipaku

Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) Rancage Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis Jawa Barat 46252 @ Sosialisasi Pendidik dan Konselor Sebaya Tingkat Provinsi Jawa Barat

Primats MTsN Buniseuri

Dewan Penggalang Pramuka Inti MTsN Buniseuri Gugus Depan 08001-08002

Wednesday, July 13, 2011

LPJ LDKRM UNIGAL 2010-2011

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENGURUS
LEMBAGA DAKWAH KAMPUS RAUDLATUL MUTTAQIN
UNIVERSITAS GALUH
MASA JIHAD 2010-2011


KETUA UMUM


I. PENDAHULUAN
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya atas kepemimpinannya itu. (Al Hadist)”
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, dzat yang telah memberikan banyak kenikmatan dan kemurahan kepada kita di dalam mengarungi dakwah dijalan-NYA.. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada panutan ummat, suri tauladan, Nabi dan Rasul akhir jaman, yakni Muhammad SAW, juga kepada keluarganya, para sahabat serta kepada orang-orang yang istiqamah menjalankan ajarannya termasuk kita semua.
Sebuah kemestian seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya atas amanah yang diembankan. LDK Raudlatul Muttaqin sebagai salah satu UKM di Universitas Galuh yang telah melaksanakan bagian daripada dakwahnya selama satu periode kepemimpinan, yaitu lebih kurang satu tahun. akan mempertanggungjawabkan pula amanah yang telah diemban selama periode kepemimpinan ini. Dalam hal ini diperlukan adanya estapeta perjuangan kepada penerus yang memiliki jiwa-jiwa (Al Mujadid) pembaharu, memiliki semangat dakwah, pola pikir yang Islami, serta memiliki karakteristik da’i yang akan menjadi pelayan masyarakat kampus perjuangan Universitas Galuh dalam memenuhi kebutuhan ruh serta mental spiritual.
Lembaga dakwah kampus (LDK) merupakan motor utama dari seluruh aktivitas dakwah. Dari LDK-lah aktifitas dakwah bermula, lalu berkembang memperluas sayapnya meliputi sektor lain dikampus. Sehingga dapat menghasilkan sumbangan dan aktifitas yang sangat berarti bagi perubahan masyarakat kampus yang sejuk dengan nuansa islami. Waktu terus bergulir tanpa kita saadari dan akhirnya sampai tahap perenungan dan refleksi pergerakan akan kepengurusan yang selama satu tahun ini kami jalani. LDK Sebagai sebuah Organisasi yang mengusung dakwah islam sebagai aktivitas utamanya, dituntut untuk melakukan introspeksi terhadap individu-individu dan realisasi program kerja yang tergabung dalam tatanan organisasi secara keseluruhan. Maka daripada itu, kami segenap pengurus LDKRM masa jihad 2010-2011 akan mempertanggungjawabkan kepada Allah, dihadapan anggota dan pengurus LDKRM serta pihak-pihak terkait. Kami akan melaporkan apa adanya, tanpa ada yang kami tutup-tutupi. Artinya tidak ada sesuatu yang kami ada-adakan atau sembunyikan. Meskipun kami sadar bahwasanya langkah kecil dalam dakwah ini masih jauh dari kesempurnaan dan dalam pepatah pun mengatakan” tak ada gading yang tak retak, tak ada lautan yang tak berombak dan tak ada manusia yang luput dari kesalahan dan kekhilafan.”

II. EVALUASI KONDISI OBJEKTIF
Untuk memahami kondisi Objektif Pengurus, maka kami harus membuka kembali helaian-helaian lontar sejarah yang dengan setia menyimpannya dengan rapi. Kami sadari sepenuhnya bahwa langkah kecil dalam dakwah yang kami jalankan ini masih sangat jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan, kendala dan hambatan yang kami hadapi dalam merealisasikan program kerja kepengurusan 2010-2011. Adapun Kondisi objektif LDK Raudlatul Muttaqin , secara umum diantaranya;
1. Kekurangan
Masih lemahnya potensi kader dalam manajemen organisasi dan manajemen kepemimpinan dan belum memahami amanah yang diembannya.
Solidaritas antar kader masih kurang akibat dari jaringan komunikasi yang belum maksimal.
Lemahnya profesionalisme organisasi akibat banyaknya pengurus yang multi amanah.
Basis pengkaderan belum maksimal, sehingga kurang memahami konsep dan fiqhu da’wah dalam mewujudkan Visi-Misi LDKRM
Sarana pengkaderan dan pembinaan seperti Mentoring, TAWABA dan Kajian belum terlaksana optimal.
Fasilitas administrasidan pendanaan kurang memadai.
Tidak adaanya sosok organisatoris yang bisa mengkoordinir keberjalana setiap program dengan baik.
Belum optimalnya kegiatan kerohanian di Fakultas dan Prodi/ Jurusan sehingga optimalisasi kerjasama dalam menjalankan program-program dakwah tidak maksimal.

2. Kelebihan
Dukungan dari pengurus DKM dan lembaga cukup baik.
Anggota dan pengurus LDK Raudlatul Muttaqin alhamdulillah berprestasi dalam bidang akademik maupun organisasi.
Brain Image/ pandangan masyarakat kampus terhadap kinerja LDKRM cukup baik.
Dapat bekerjasama dengan pihak lain dalam menciptakan kampus religius dengan agenda yang dilaksanakan.

3. Peluang
Dukungan pihak lembaga Universitas Alhamdulillah cukup baik.
Memiliki jaringan di luar kampus dengan terdaftar dalam FSLDK
Adanya upaya kerjasama kegiatan dengan pengurus Hima Prodi.
Psikologi masyarakat saat ini cenderung pada nuansa ke Islam-an.

4. Tantangan
Masih lemahnya pengetahuan mahasiswa terhadap Islam yang sempurna
Kondisi medan da’wah kampus dan kultur mahasiswa kurang kondusif
Latar belakang pendidikan, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal masyarakat kampus terutama mahasiswa yang berbeda-beda
Budaya mahasiswa yang hedonis, apatis dan cenderung disorientasi daripada nilai-nilai keikhlasan, jiwa pengorbanan dan kesungguhan.

III. SUSUNAN KEPENGURUSAN

Sebuah organisasi dalam menjalankan peran dalam mencapai tujuannya dibutuhkan suatu tim yang bisa merencanakan konsep yang matang dalam bentuk sistem, mekanisme dan perangkat yang jelas. Pada awal kepengurusan kami mulai menyatukan serpihan serpihan potensi kader kepengurusan untuk ditempatkan sesuai dengan kafaahnya masing-masing untuk membantu terealisasinya tujuan yang akan dicapai. Karena sepandai pandainya seorang pemimpin tanpa ada dukungan dari bawahannya tidak akan berjalan dengan baik dan sebodoh bodoh seorang pemimpin dengan disertai dukungan dari bawahannya sangat besar insyalloh akan berjalan dengan baik”.

Dan inilah para pejuang, pengemban amanah dakwah masa jihad 2010-2011
Ketua : Yayat Nurhidayat
Sekretaris : Iwan Subhan
Bendahara : Nurwinda
Keputrian : Yulianingsih
Sekretaris : Cintia
Bendahara : Lina Munawaroh

Divisi Divisi

A. Kaderisasi
1. Nendi Setiawan
2. Lutfi Abdillah Fauzan
3. Yoga Lesmana
4. Ita Piana
5. Awan
6. Furqon
7. Afnita Octy Maulidya
8. Leti Latifah
9. Nurendah E.A

B. Syiar dan Pelayanan Kampus
1. Prito Windiarto
2. Agusdiawan
3. Galih
4. Ade Rudi
5. Firman
6. Nabila
7. Dina
8. Siti S
9. Mukarromah
10. Tuti

C. Pengembangan Organisasi
1. Arif Santoso
2. Warid
3. M. Khotib
4. Rahmat Slamet
5. Arif Nurdermawan
6. Erisma
7. Asih Sutiasih
8. Yulis
9. Ida
D. Humas
1. Rizki Noviandi
2. Ii Nuriyaturrahmah
3. Mayang
4. Evi
5. Agus Sutisna
6. Opik Taufik Hidayat
7. Gunawan
8. Ihin
9. Arif Ramdani
10. Ade Uus

ADMINISTRASI


Surat Masuk Sebanyak :
Surat Keluar Sebanyak :

DAFTAR INVENTARIS
Terlampir (1)


IKHTITAM

Tiada kata yang bisa terucap, tiada tulisan yang tersirat dan tiada hari yang tak dapat berganti selain kata maaf. Sebuah Organisasi bukanlah individu saja yang bekerja melainkan sebuah tim yang mana satu sama lain saling terkait dan memberikan kontribusi dalam gerak langkahnya. Mudah-mudahan dalam kepengurusan selanjutnya bisa lebih baik lagi. Perjuangan yang kami lakukan dalam da’wah belum seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan dan pengorbanan para nabi dan sahabat, para alim ulama dan para penyeru kalimah tauhid “Ashadu allaa ilaahaillallah wa ashadu annaa muhammadarrasulullah” serta para pendiri dan pendahulu Organisasi kita LDK Raudlatul Muttaqin.

Nietzche pernah berkata ” sungguh orang yang yang paling kuatpun pernah merasa kelelahan”. Maka ”sesekali beristirahatlah, bukan untuk terlena, tapi mengumpulkan tenaga dan semangat baru untuk perjuangan berikutnya”. Kami berkeyakinan ini bukanlah akhir dari aktivitas dakwah yang mulia ini. Doakanlah agar kami bisa tetap istiqomah dalam jalan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, anggota dan berbagai pihak yang telah turut mensukseskan seluruh kegiatan LDK Raudlatul Muttaqin Masa Jihad 2010-2011. Semoga Allah membalas segala kebaikan antum wa antunna sekalian. Dan dinamika gerak langkah dalam dakwah ini bisa dijadikan ibroh/ pelajaran untuk keorganisasian yang lebih baik lagi.

Astagfirulloh hal’adzim.....
Astagfirulloh hal’adzim.....
Astagfirulloh hal’adzim waatuubuilaih...

Intansyurulloh yansyurkum wayusabit akdaamakum....
Syukron Jazakalloh


Ketua LDK Raudlatul Muttaqin
Universitas Galuh 2010-2011



Yayat Nurhidayat

Wednesday, June 8, 2011

BAHAN AJAR MENULIS RESENSI BUKU KUMPULAN CERPEN


BAHAN AJAR
MENULIS  RESENSI BUKU KUMPULAN CERPEN
Disusun Oleh: Yayat Nurhidayat

A.      Pengertian

Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku.. Kata "Resensi" berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja "revidere" atau "recensere" yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie. Tiga istilah tersebut mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas sebuah buku.
Dalam kamus besar bahasa indonesia dijelaskan Resensi adalah Pertimbangan Atau Pembicaraan Tentang Buku: Majalah Itu Memuat – Buku-Buku Baru Terbit. (KBBI.2005:951)
Menurut  "Kamus Istilah Sastra" yang ditulis oleh Panuti Sudjiman (1984), Resensi adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.
Resensi merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberi pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku yang baru diterbitkan. Secara sederhana, resensi dapat dianggap sebagai bentuk tulisan yang merupakan perpaduan antara ringkasan dan ikhtisar berisi penilaian, ringkasan isi buku, pembahasan, atau kritik terhadap buku tersebut. Bentuk tulisan ini bergerak di subyektivitas peresensinya dengan bekal pengetahuan yang dimilikinya tentang bidang itu
 Poerwadarminta (dalam Romli, 2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.
Saryono (1997:56) menjelaskan Pengertian Resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.
Berdasarkan beberapa uraian diatas dapat kita sarikan bahwa penulisan resensi adalah suatu tindakan untuk memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Mengenai kekurangan dan kelebihan buku, yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya karena resensi diinformasikan kepada khalayak ramai.

Tujuan Penulisan Resensi

1)       Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya 
itu patut mendapat bsambutan dari masyarakat atau tidak.

2)       Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentanng apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.

3)       Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.

4)       Memberikan pertimbangan kepada pembaca
.
5)       Menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang melihat buku yang baru terbit, seperti:
a.        Siapa pengarangnya?
b.       Mengapa Ia menulis buku itu?
c.        Apa pernyataannya?? dll

Contoh Resensi Kumpulan Cerpen

Judul Buku : My Valentine
Penulis : Hanna Al – Ithriyah
Terbit : Gema Insani
cetakan : 1, Dzulqa’idah 1427 H / November 2006 M
Tebal : 192 halaman

Hanna Al – Ithriyah, penulis muda berbakat ini masih bersekolah di madrasah aliah ( P1 ) Annuqayah, Sumenep, Madura,. Lahir di Sumenep, 22 desember 1985, karyanya yang berjudul “ Selaka Rindu Dinda “ berhasil memperoleh juara hiburan pertama pada lomba SMCI Gema Insani dan di bukukan dalam antologi cerpen pemenang sayembaya yang judulnya diambil dari judul cerpennya, “ Selaka Rindu Dinda “.
Kali ini, Hanna Al – Ithriyah kembali meluncurkan buku kumpulan cerpen karyanya yang berjudul “ My Valentine “ yang berisi sebelas cerita dengan karakteristik yang berbeda di setiap ceritanya.
Kumpulan cerpen “ My Valentine “ secara tidak langsung membuat ketertarikan ingin membacanya. Yang paling mempengruhi itu adalah judulnya, yang sudah familiyar dengan remaja-remaja. Banyak orang yang salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya, padahal isinya sangat berbeda dengan yang mereka prediksikan. Selain itu bahasanya sangat mudah dimengerti walaupun ada sebagian kata yang memakai bahasa arab dan madura tetapi di akhir cerita di berikan keterangannya.Diantaranya sebelas cerita, ada 3 cerita yang terlihat paling menyentuh hati dan mengharukan. Ketiga cerita itu adalah “ Dialog Alam Barzah “, “ H Minus 7 ( My Valentine )”, “ Donat “. Ketiga cerita ini mengandung makna yang sangat dalam. Bisa dilihat dari cerita “ Dialog Alam Barzah “ menceritakan tentang amalan seseorang yang tidak menjamin masuk surga yaitu menceritakan di 24 orang hamba Allah , yang salah satu dari mereka adalah ahli ibadah, ternyata seorang ahli ibadah tidak menjamin dia akan masuk surga karena orang tersebut belum bisa menghindari penyakit hati.Ternyata yang masuk surga adalah orang yang selalu menjaga agar hatinya selalu bersih dari penyakit hati. Dalam cerita ini bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti seakan-akan kita menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Dicerita yang kedua bahasa yang di digunakan yaitu bahasa gaul anak remaja sekarang yang berjudul “ H Minus 7 ( My Valentine ) “ isinya menceritakan seorang anak muda yang bernama Boy. Anak muda ini sedang mencari pasangan untuk merayakan hari valentine, ternyata cewek-cewek di sekolahnya sudah mempunyai gandengan. Yang belum hanya anak Rohis. Tentunya itu memperkenalkan seorang akhwat itu dan temannya memberi saran untuk secepatnya mengirim sebuah kado dan sekotak coklat. Boy mengikuti saran temannya itu. Setelah itu Boy mendapat bingkisan itu kembali dan didalamnya terdapat securik kertas yang didalamnya berisi penolakan menerima bingkisan Valentine itu. Akhwat itu menolak ajakan dan pemberian bingkisan itu, lalu akhwat itu menjelaskan alasannya dan memberi pesan yang sangat menyentuh hati sehingga bisa membuat Boy kembali mendekat kepada Allah SWT.

Dicerita yang ketiga “ DONAT “ isinya kita ambil hikmah yang sangat besar karena ceritanya sangat menyentuh hati, sampai bisa membuat menangis pembacanya dan sangat membuat penasaran karena judulnya seperti komedi. Didalamnya menceritakan sebuah keluarga yang harmonis, seorang ibu yang mempunyai dua orang anak yang bernama Yuli dan Ipit. Ipit anak yang paling kecil, dia sangat suka makan donat. Sehari saja dia makan donat dia pasti mayur dan bertingkah tidak karuan. Suatu hari dia masuk rumah sakit, ternyata dia mengidap penyakit turunan dari ayahnya yaitu penyakit diabetes. Tidak berapa lama Ipit meninggal dunia, ibunya dan kakanya sangat menghawatirkan. Cerita itu sangat mengharukan dibanding cerita yang lain.

Kesimpulan cerpen ini sangat bagus karena bisa membuat pembacanya penasaran dan semua makna ceritanya sangat mendalam, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil di buku itu, bahasanya tidak berbeli-belit tapi sangat mudah di mengerti.

Setelah membaca buku kumpulan cerpen “ My Valentine ‘ karya Hanna Al-Ithriyah, sangat berdampak positif terhadap pembacanya dan banyak sekali hikmah yang bisa diambil, selain itu bisa menjadikan kita sadar dalam dalam menjalani hidup ini. Kelebihan yang paling menonjol didalam buku ini adalah judulnya yang sangat bagus karena judul itu seperti mendeskripsikan isinya cerita yang bukan islami, tetapi kenyataanya isinya itu sangat islami.
Kumpulan cerpen ini mempunyai beberapa kekurangan yaitu alur ceritanya kurang mengerti dan jalan semua ceritanya terlalu lambat

(Sumber: Blog, Putri, 2010)

Analisi Contoh Resensi cerpen

Berdasarkan analisis dari contoh kutipan resensi cerpen diatasa ada beberapa yang harus kita perhatikan dalam pembuatan resensi sebuah kumpulan cerpen terdiri dari beberapa bagian. Diantaranya:

1.        Judul Resensi
Dalam resensi ini tidak terdapat  judul yang memuat unsur yang menarik yang menginformasikan isi dari resensi buku yang dimuat.judul resensi berarti wajah resensi itu sendiri. Untuk itu, judul hendak dicantumkan dengan menarik perhatian dan mencerminkan isi resensi.
2.        Data Buku
Perlu kita perhatikan dalam pembuatan  resensi ini harus terdapat data buku yang menjelaskan identitas buku secara benar. Dan dalam contoh diatas sudah mencantumkan data buku yang diresensi meskipun secara sederhana.
Judul Buku : My Valentine
Penulis : Hanna Al – Ithriyah
Terbit : Gema Insani
cetakan : 1, Dzulqa’idah 1427 H / November 2006 M
Tebal : 192 halaman

 









3.        Pendahuluan
Lead atau pembuka dapat dimulai dengan memaparkan sedikit tentang identitas pengarang buku, seperti namanya, prestasinya dan lain sebagainya.perkenalan pengarang cukup singkat saja, karena yang lebih penting justru masalah yang dibahas dalam buku tersebut.

Hanna Al – Ithriyah, penulis muda berbakat ini masih bersekolah di madrasah aliah ( P1 ) Annuqayah, Sumenep, Madura,. Lahir di Sumenep, 22 desember 1985, karyanya yang berjudul “ Selaka Rindu Dinda “ berhasil memperoleh juara hiburan pertama pada lomba SMCI Gema Insani dan di bukukan dalam antologi cerpen pemenang sayembaya yang judulnya diambil dari judul cerpennya, “ Selaka Rindu Dinda “.
Kali ini, Hanna Al – Ithriyah kembali meluncurkan buku kumpulan cerpen karyanya yang berjudul “ My Valentine “ yang berisi sebelas cerita dengan karakteristik yang berbeda di setiap ceritanya.
Kumpulan cerpen “ My Valentine “ secara tidak langsung membuat ketertarikan ingin membacanya. Yang paling mempengruhi itu adalah judulnya, yang sudah familiyar dengan remaja-remaja. Banyak orang yang salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya, padahal isinya sangat berbeda dengan yang mereka prediksikan. Selain itu bahasanya sangat mudah dimengerti walaupun ada sebagian kata yang memakai bahasa arab dan madura tetapi di akhir cerita di berikan keterangannya.
 


















4.        Isi pernyataan
Adapun isi atau pernyataan yang disampaikan harus sesuai dengan fakta sebenarnya. Menceritakan kelebihan dan kekurangan buku dengan baik.

Kumpulan cerpen “ My Valentine “ secara tidak langsung membuat ketertarikan ingin membacanya. Yang paling mempengruhi itu adalah judulnya, yang sudah familiyar dengan remaja-remaja. Banyak orang yang salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya, padahal isinya sangat berbeda dengan yang mereka prediksikan. Selain itu bahasanya sangat mudah dimengerti walaupun ada sebagian kata yang memakai bahasa arab dan madura tetapi di akhir cerita di berikan keterangannya.Diantaranya sebelas cerita, ada 3 cerita yang terlihat paling menyentuh hati dan mengharukan. Ketiga cerita itu adalah “ Dialog Alam Barzah “, “ H Minus 7 ( My Valentine )”, “ Donat “. Ketiga cerita ini mengandung makna yang sangat dalam. Bisa dilihat dari cerita “ Dialog Alam Barzah “ menceritakan tentang amalan seseorang yang tidak menjamin masuk surga yaitu menceritakan di 24 orang hamba Allah , yang salah satu dari mereka adalah ahli ibadah, ternyata seorang ahli ibadah tidak menjamin dia akan masuk surga karena orang tersebut belum bisa menghindari penyakit hati.Ternyata yang masuk surga adalah orang yang selalu menjaga agar hatinya selalu bersih dari penyakit hati. Dalam cerita ini bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti seakan-akan kita menyaksikan langsung kejadian tersebut.

 


















5.        Penutup
Dalam hal penutupan sebuah resensi bisa kita cantumkan kesimpulan isi dari buku yang diresensi tersebut. Dan kita informasikan bahwa sasaran pembaca itu untuk siapa, dan dirumuska dengan menyebutkan kalangan yang perlu membaca atau bahkan memilikinya. Serta menyebutkan sasarannya, dengan menuliskna alasan, mengapa mereka perlumembaca atau memilikinya

Kesimpulan cerpen ini sangat bagus karena bisa membuat pembacanya penasaran dan semua makna ceritanya sangat mendalam, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil di buku itu, bahasanya tidak berbeli-belit tapi sangat mudah di mengerti.

Setelah membaca buku kumpulan cerpen “ My Valentine ‘ karya Hanna Al-Ithriyah, sangat berdampak positif terhadap pembacanya dan banyak sekali hikmah yang bisa diambil, selain itu bisa menjadikan kita sadar dalam dalam menjalani hidup ini. Kelebihan yang paling menonjol didalam buku ini adalah judulnya yang sangat bagus karena judul itu seperti mendeskripsikan isinya cerita yang bukan islami, tetapi kenyataanya isinya itu sangat islami.
Kumpulan cerpen ini mempunyai beberapa kekurangan yaitu alur ceritanya kurang mengerti dan jalan semua ceritanya terlalu lambat

 











Tatacara Penulisan:

Langkah langkah membuat resensi buku kumpulan cerpen:
1.        Penajajakan dan pengenalan terhadap buku yang diresensi.
a.        Mulai dari tema buku yang diresensi, disertai deskripsi isi buku.
b.       Siapa penerbit yang menerbitkan buku itu, kapan dan dimana diterbitkannya, tebal (jumlah bab dan halaman) format hingga harga.
c.        Siapa pengarangnya: nama: latar belakang pendidikan, reputasi, dan prestasi
d.       Buku itu tergolong kedalam kategori buku yang mana: Ekonomi, pendidikan, politik, psikologi, sosiologi dan lain-lain.
2.        Membaca buku secara komprehensif, cermat dan teliti. Peta permasalahan dalam buku perlu dipahami secara akurat dan tepat.
3.        Menandai bagian bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutif untuk dijadikan data.
4.        Membuat sinopsis atai intisari dari buku yang diresensi.
5.        Menentukan sikap dan menilai hal-hal berikut:
a.        Organisasi dan kerangka penulisan: bagaimana hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya, bagaimana sistematika dan dinamikanya.
b.       Isi Pernyataan; bagaimana bobot idenya, bagaimana analisisnya, bagaiman penyajian datanya, dan kreativitas pemikirannya.
c.        Bahasa; bagaimana tata letak, tata wajah, kerapihan dan kebersihan dan pencetakannya (Banyak salah atau tidak).
6.        Mengoreksi dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar dasar dan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.

Unsur Unsur Resensi

1.        Membuat Judul Resensi
Judul resensi yang  menarik dan menjiwai seluruh atau inti tulisan selaras dengan isi resensi.
2.        Menyusun data Buku
Data bukunya disusun sebagai berikut:
a.        Judul Buku
b.       Pengarang
c.        Penerbit
d.       Tahun terbit, beserta cetakannya (cetakan keberapa).
e.        Tebal Buku.
f.         Harga Buku (jika diperlukan)
3.        Membuat Pembukaan (Lead).
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:
a.        Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja. Dan prestasi apa saja yang diperoleh.
b.       Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis baik oleh pengaranga ataupun oleh penulis lainnya.
c.        Memaparkan kekhasan sosok pengarang.
d.       Memaparkan keunikan buku.
e.        Merumuskan tema buku.
f.         Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku.
g.       Mengungkapkan kesan terhadap buku.
h.       Memperkenalkan penerbit.
i.         Mengajukan pertanyaan.
j.         Membuka dialog.
4.        Tubuh atau Pernyataan isi buku.
Tubuh atau pernyataan isi buku biasanya memuat hal-hal berikut ini:
a.        Sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologisnya.
b.       Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya.
c.        Keunggulan buku.
d.       Kelemahan buku.
e.        Rumusan kerangka buku.
f.         Tinjauan bahasa (Mudah atau berbelit belit).
g.       Adanya kesalahan cetak.
5.        Penutup resensi buku.
Bagian penutup biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan menggapa.


Struktur Resensi Buku


Demikianlah pembahasan penulis mengenai penulisan resensi kumpulan cerpen. Mudah mudahan bisa menambah pengetahuan kita mengenai tatacara menulis Resensi yang baik. Meresensi buku pada hakikatnya melakukan penilaian terhadap buku. Menilai berarti mengulas, mempertimbangkan, mengkritik dan menunjukan kelebihan kelebihan serta kekurangan-kekurangan buku dengan penuh tanggung jawab, mengajukan dasar dasar atas argumen yang disampaikannya.

Bagi peresensi yang tidak mendapat pengetahuan  khusus tentang studi sastra, pembahasan mengenai unsur-unsur yang menjadi bangunan karya satra akan sangat berharga bila diterapkan. Pada  hakikatnya langkah langkah meresensi buku baik yang berupa fiksi maupun non fiksi sama saja. Perbedaan dapat terlihat dari materi yang membangunnya terlebih lagi buku-buku fiksi yang memiliki unsur unsur dan konvensi yang khas. Semoga kita bisa mengaplikasikannya dalam tataran pembelajaran menulis melalui penulisan resensi buku ini.



Sumber:
definisi-pengertian.blogspot.com
 hoesnaeni.wordpress.com
Samad, Daniel.1997.Dasar Dasar Meresensi Buku.Jakarta: Grasindo
Poerwadarminnta, W.J.S. 1967. ABC Karang-Mengarang. Yogyakarta: UP Indonesia